Pages

Subscribe:

Jumat, 10 Februari 2012

Ramuan Tradisional Untuk Menghentikan Kehamilan

Tidak punya anak merupakan masalah yang sering bikin kepala pusing. Tetapi memiliki anak yang berlebihan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Bagi mereka yang merasa telah memiliki banyak anak dan ingin berhenti menambah jumlah anaknya bisa memakai ramuan tradisional kami ini.

Ambillah 2 batang kunyit sepanjang tiga sentimeter sebesar jari kelingking. Panggangah di atas api yang kecil. Usahakan agar kunyit itu tidak sampai hangus.

Setelah memanggangnya 2-3 menit, tumbuklah kunyit itu sampai halus. Campurkan 1/4 sendok teh garam dapur, beri air satu gelas. Lalu peraslah kemudia saring.

Ambil airnya kemudian minum. Gunakan ramuan selama 1 minggu, setiap pagi dan malam hari, niscaya si bungsu tak mendapat adik lagi.

Selain resep di atas, anda bisa juga menggunakan ramuan di bawah ini:

Salah satu warisan nenek moyang kita tentang cara menjarangkan kelahiran anak (KB alamiah). Ramuan ini bukan untuk menggugurkan kehamilan tetapi untuk mencegah datangnya kehamilan. Jika istri anda terlanjur hamil percuma meminum ramuan ini.

Admin berharap, anda tidak menyalahgunakan ramuan ini :

Silahkan baca artikel penting lainnya DISINI

Posisi Seks Berdiri Mencegah Kehamilan

Sebuah kasus di daerah Jawa, dimana seorang gadis muda nekad berhubungan seks dengan seorang lelaki beristri. Agar ia tidak hamil, si gadis itu melakukan hubungan seks sambil berdiri, alias melakukan hubungan seks dengan posisi berdiri.
Betulkah cara yang ia pilih itu ?
Pada prinsipnya, kehamilan mungkin terjadi kalau ada sperma masuk melalui vagina dan berhasil membuahi sel telur yang dikeluarkan pada saat subur. Di luar masa subur wanita, hubungan seksual tidak mungkin menimbulkan kehamilan. Jika dilihat dari posisi hubungan seksual, dalam posisi manapun akan tetap memberikan kemungkinan terjadi kehamilan. Namun, posisi yang paling baik untuk menghasilkan kehamilan adalah lelaki di atas, karena sperma tertimbun di sekitar mulut rahim lebih lama.
Berhubungan seks dengan posisi berdiri, memang memungkinkan sperma segera keluar kembali, tidak sempat tertimbun di sekitar mulut rahim. Karena itu, secara teoritis, kemungkinan terjadi kehamilan lebih kecil bila dibandingkan dengan posisi pria di atas. Hanya saja, secara statistik, kemungkinan terjadi kehamilan tetap ada. Artinya, hubungan seksual dengan posisi berdiri tidak dapat digunakan sebagai cara untuk mencegah kehamilan.
Sperma yang masuk melalui vagina pastilah akan keluar kembali. Justru aneh kalau tidak keluar kembali. Ingat, sel-sel spermatozoa yang terkandung di dalam cairan spermalah yang diperlukan untuk terjadinya kehamilan. Sel-sel spermatozoa itulah yang bergerak masuk ke dalam rahim mencari sel telur untuk dibuahi. (cy)
http://www.konseling.net

Cara Menghindari Kehamilan

Banyak perempuan yang belum siap hamil dengan bermacam alasan. Untuk menghindari kehamilan yang tak terduga, perempuan banyak yang melakukan aneka cara usai bersenggama.

Ada beberapa gaya perempuan yang dilakukan untuk mencegah kehamilan ketika usai bersenggama.Tapi aneka gaya ini cuma mitos karena belum terbukti bisa mencegah hamil. Berikut beberapa gaya yang dilakukan perempuan untuk mencegah hamil tapi ternyata belum tentu berhasil:


1. Mengeluarkan penis sebelum ejakulasi

Menarik penis dari vagina sebelum pria ejakulasi, bukanlah cara yang tepat pengendalian kelahiran. Menurut Teen Advisor website, cara tersebut hanya 81 hingga 96 persen keberhasilannya. Banyak wanita yang berpikir bahwa jika pria mengeluarkan penis sebelum ejakulasi, sperma tidak akan mampu membuahi telur.


Tetapi pria dapat menghasilkan sesuatu yang disebut pre-ejakulasi. Kebocoran pre-ejakulasi berasal penis pria ketika mereka terangsang, dan pre-ejakulasi dapat mengandung sperma, yang dapat menyebabkan kehamilan.


2. Douching

Douching adalah tindakan menyemprotkan cairan ke dalam vagina untuk membersihkan saluran vagina. Ada mitos umum menyebutkan menggunakan douche (semprotan air obat) akan mencegah kehamilan. Tapi menyemprotkan air, cuka atau bahan lainnya ke dalam vagina tidak hanya akan tidak mencegah kehamilan, ini bahkan dapat menyebabkan infeksi jamur.


Sperma melewati leher rahim dalam hitungan detik, sehingga pada saat menggunakan douche, telur mungkin sudah dibuahi.


3. Tidak perlu orgasme

Orgasme tidak diperlukan untuk hamil. Tubuh wanita mengalami banyak perubahan selama hubungan seksual, baik dia merasakan kesenangan ataupun tidak. Dan kehamilan dapat terjadi bahkan jika ia tidak memiliki orgasme sekalipun.


4. Melakukan seks pada saat menstruasi

Meskipun benar bahwa melakukan hubungan seks selama periode menstruasi dapat sangat mengurangi kemungkinan hamil, tetapi masih bukan jaminan tidak akan hamil. Banyak wanita memiliki menstruasi yang tidak teratur, dan ovulasi dapat terjadi sangat dekat dengan waktu ketika seorang wanita mendapatkan menstruasi.


Sperma bisa juga hidup di dalam tubuh wanita selama tujuh hari, sehingga bahkan jika seorang wanita sedang menstruasi, mungkin sperma menunggunya ketika masa ovulasi berakhir.


5. Hubungan seksual pertama kali (virgin sex)

Seorang wanita bisa hamil pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual. Beberapa wanita percaya bahwa selaput dara (hymen) atau selaput tipis di pembukaan vagina dapat mencegah sperma dari pemupukan telur.


Tidak hanya selaput dara yang teregang selama kehamilan, tetapi juga banyak wanita yang mengalami peregangan selaput dara bahkan sebelum berhubungan seks, karena olahraga atau menunggang kuda.


6. Minum pil KB

Menurut Feminist Women's Health Center, pil KB 92 hingga 99,7 persen efektif dalam mencegah kehamilan. Tetapi bahkan dengan pil KB, banyak wanita yang salah informasi. Pil KB tidak menyebabkan kenaikan berat badan yang cepat.


Selain itu, banyak wanita tidak berpikir mereka perlu minum pil pada waktu yang sama setiap hari. Namun, jika Anda minum pil dengan benar dan mengikuti petunjuk yang tepat, pil KB bisa lebih dari 99 persen efektif mencegah kehamilan. Juga penting untuk dicatat bahwa pil tidak melindungi terhadap HIV atau penyakit menular seksual lainnya


tambahan :

Metode Ritmik
adalah metode dimana pasangan suami istri menghindari berhubungan seksual pada saat siklus subur seorang wanita. Ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) terjadi 14 hari ± 2 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam, namun sperma bisa bertahan selama 48 jam setelah melakukan hubungan seksual. Karena itu pembuahan dapat terjadi apabila hubungan seksual dilakukan 2 hari (48 jam) sebelum ovulasi dan 1 hari (24 jam) setelah ovulasi. Metode Ritmik dapat terbagi atas :
  • Metode ritmik kalender atau Pantang Berkala merupakan metode dimana pasangan menghindari berhubungan seksual selama periode subur wanita berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sperma untuk bertahan di saluran reproduksi wanita. Periode subur seorang wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek – 18) dan (siklus menstruasi terpanjang - 11). Siklus menstruasi dicatat selama minimal 3 bulan terakhir, akan lebih baik bila dalam 6 bulan terakhir.
Contoh: bila siklus terpendek seorang wanita adalah 25 hari, dan siklus terpanjangnya 29 hari, maka periode suburnya adalah (25 – 18) dan (29 – 11) yang berarti hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-18 setelah menstruasi.
  • Metode lendir serviks adalah metode mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Periode subur ditandai dengan lendir yang jernih, encer, dan licin. Abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual) diperlukan selama menstruasi, setiap hari selama periode preovulasi (berdasarkan lendir serviks), dan sampai waktu lendir masa subur muncul sampai 3 hari setelah lendir masa subur itu berhenti.
  • Metode pengukuran suhu tubuh berdasarkan perubahan temperatur. Pengukuran dilakukan pada suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur. Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° Celsius) setelah ovulasi. Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan sejak hari pertama menstruasi sampai 3 hari setelah kenaikan dari temperatur.
Efektivitas
Kehamilan terjadi pada 9-25 per 100 wanita
Keuntungan
Tidak ada efek samping gangguan kesehatan,ekonomis
Kerugian
Angka kegagalan tinggi, tidak melindungi dari PMS, menghambat spontanitas, membutuhkan siklus menstruasi teratur.

BAGAIMANA MENCEGAH KEHAMILAN DALAM BERHUBUNGAN SEKS

Kehamilan merupakan dambaan bagi setiap pasangan suami istri. Akan tetapi, memiliki generasi (keturunan) patut diperhitungkan juga agar Anda tidak kewalahan mengurus anak. Sebelum memutuskan memiliki anak pertimbangkan kondisi anda terlebih dahulu, apakah sudah siap secara fisik dan mental atau belum. Jika belum, sebaiknya anda menunda dahulu niat untuk memiliki keturunan karena Si Buah Hati memerlukan perhatian yang ekstra lebih dalam perawatannya.
Tips dan trik berikut ini tidak menjamin bahwa kehamilan dapat dicegah 100% maksudnya potensi untuk terjadinya kehamilam masih ada walaupun peluangnya kecil. Memang ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kehamilan secara mutlak tetapi cara ini akan menyebabkan anda tidak akan pernah memiliki keturunan jadi pertimbangkan terlebih dahulu sebelum memutuskan metode mana yang lebih baik bagi Anda dan pasangan.
Biasanya beberapa pasangan yang melakukan hubungan seks menggunakan kondom untuk mencegah terjadinya kehamilan, cara ini memang cukup efektif tetapi kekurangannya yaitu kurangnya kepuasan seks yang diperoleh. Metode lain yang sering digunakan yaitu dengan melakukan hubungan seks dalam posisi berdiri. Berhubungan seks dengan posisi berdiri, memungkinkan sperma segera keluar kembali sehingga tidak sempat tertimbun di sekitar mulut rahim. Walaupun demikian, kemungkinan terjadinya kehamilan masih ada walaupun kecil bila dibandingkan dengan posisi pria di atas. Melakukan hubungan seks pada masa tidak subur wanita juga sangat efektif dilakukan cuma saja kita harus pintar dalam menentukan masa subur dan masa tidak subur pasangan yang terkadang lebih sulit dilakukan terhadap wanita yang siklus haidnya tidak teratur.
Jadi, terapkan salah satu atau kombinasi metode di atas agar Anda dapat melakukan hubungan seks dengan cukup aman tanpa perlu merasa was-was yang berlebihan. Selamat mencoba . . . !

MITOS & FAKTA CARA MENCEGAH KEHAMILAN

Bagi pasangan suami istri, kehamilan berarti berkah yang harus disukuri. Sedangkan bagi banyak pasangan seks pra nikah, kehamilan justru adalah malapetaka yang harus dihindari.
Banyak orang yang hanya menginginkan seks dan menghindari kehamilan. Untuk menghindarinya itu mereka mempercayai dan menggunakan banyak cara untuk mencegah kehamilan.
Informasi yang tidak benar dari sumber yang tidak benar kadang malah menimbulkan bencana. Aborsi adalah salah satu dampaknya, kehamilan dan kelahiran anak yang tidak dipersiapkan. Kehamilan yang tidak direncanakan tersebut kebanyakan timbul karena percaya mitos untuk mencegah kehamilan.
Di bawah ini adalah beberapa mitos pencegah kehamilan yang masih banyak dipercayai di masyarakat terutama oleh remaja-remaja yang belum paham tentang seks tapi sudah ingin melakukannya:

1. Menggunakan kontrasepsi sistem kalender
Masa subur wanita adalah masa ketika sel telur wanita sudah siap dibuahi oleh sperma. Banyak pria yang mencoba menghitung siklus menstruasi wanita pasangannya dan melakukan hubungan seks diluar masa subur untuk menghindari terjadinya kehamilan. Metode ini disebut juga metode kontrasepsi sistem kalender. Masalahnya adalah sperma ternyata bisa bertahan hidup dalam rahim wanita selama 3-5 hari dan disisi lain masa subur wanita selalu tidak tepat setiap bulan. Jika sperma masih hidup dalam rahim dan sang wanita memasuki masa suburnya, maka kehamilan bisa terjadi. Di kalangan medis, kontrasepsi sistem kalender memiliki prosentase keberhasilan hanya 35%.

2. Berhubungan seks saat menstruasi
Menstruasi adalah saat dimana sel telur yang tidak dibuahi akan meluruh, keluar dari vagina dan sering disebut darah kotor. Banyak yang tidak memahami siklus menstruasi ini dan beranggapan bahwa ngeseks saat menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan. Faktanya adalah, banyak wanita yang memiliki siklus yang sangat pendek, sehingga diakhir menstruasi dia bisa saja langsung memasuki masa subur. Jika hal tersebut terjadi, maka berhubungan seks saat menstruasi tetap akan menyebabkan kehamilan.

3. Senggama terputus
Banyak pasangan yang mencoba mencegah kehamilan dengan senggama terputus, metode ini dilakukan dengan cara pria mengeluarkan sperma di luar vagina. Oleh medis, senggama terputus masih dianggap memiliki tingkat keberhasilan yang rendah karena cairan pelumas yang dikeluarkan penis saat bersenggama membawa juga sperma. Dan jika sperma tersebut bertemu dengan sel telur maka akan terjadi kehamilan.

4. Memakai Dua kondom
Banyak remaja yang melakukan seks pra nikah melakukan cara ini. Maksudnya mungkin untuk meningkatkan keamanan agar kondom tidak sobek. Padahal faktanya, dua kondom sekaligus justru rentan terlepas atau sobek karena beberapa jenis kondom dilengkapi pelumas di bagian luar yang memungkinkan kondom terlepas dan tertinggal di dalam vagina pasangan.

5. Posisi seks tertentu
Ada 3 posisi seks agar cepat hamil yang sering di praktekkan pasangan suami  istri yang menginginkan anak. Bagi yang tidak menginginkan anak bisa dipastikan tidak akan menggunakan posisi tersebut. Malah untuk menghindari terjadinya kehamilan mereka menggunakan posisi seks berdiri dan posisi seks woman on topposisi seks ala kamasutra tersebut dikatakan bisa menghambat terjadinya pertemuan sperma dengan sel telur. Tetapi meskipun demikian, potensi kehamilan lantas tidak menjadi 0%. Dengan posisi seks apapun, selama sperma mampu mencapai satu sel telur maka akan terjadi kehamilan. atau wanita di atas. Kedua.

6. Melompat setelah ngeseks
Mitos lain seputar pencegah kehamilan menyebutkan jika wanita melompat-lompat beberapa menit setelah berhubungan, kemudian membersihkan liang vagina dengan air akan membuat sperma gagal membuahi sel telur. Ini mitos, sebab tidak bisa dipastikan apakah sperma berhasil atau gagal. Dari jutaan sel sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi dan jika ada satu yang berhasil membuahi sel telur maka akan terjadi kehamilan.

7. Berhubungan seks di dalam air
Mitos ini beranggapan bahwa klorin dan bakteri dalam air akan membunuh sperma sebelum membuahi sel telur wanita. Faktanya adalah sperma yang dikeluarkan di dalam miss V akan terlindungi dari klorin sehingga kemungkinan membuahi sel telur tetap bisa terjadi.

8. Minum minuman bersoda sebanyak-banyaknya
Jika wanita meminum minuman bersoda satu botol besar setelah berhubungan seks akan membuat pembuahan gagal sehingga kehamilan tidak terjadi. Ini mitos dan tidak boleh dipercaya. Soda memang berbahaya bagi tubuh tapi tidak ada bukti bahwa soda bisa membuat sperma mati.
Mitos seks banyak berkembang dimasyarakat karena kurangnya pengetahuan dan bimbingan seksual. Mitos pencegah kehamilan di atas adalah salah satu mitos seks yang bisa menjadi bumerang bagi yang melakukannya. Satu-satunya cara mencegah kehamilan yang bisa anda percayai adalah dengan mendatangi dokter dan meminta kontrasepsi yang pas untuk anda.

Selasa, 17 Januari 2012

Cara Ampuh Mencegah Kehamilan Cara Ampuh Mencegah Kehamilan

Bagi anda yang tak ingin mempunyai anak lagi namun tidak suka ikut KB anda tak usah hawatir, di sini saya akan share tentang Cara ampuh mencegah kehamilan. Sebenarnya banyak sekali cara untuk mencegah kehamilan salah satunya adalah dengan ikut program KB, namun yang saya kemukakan di sini adalah yang alami dan tak ada efek samping apapun Insya Allah.
Cara mencegah kehamilan 1
1. Ambil ragi 1/4 bulatan.
2. Sesendok kecil merica
3. Air panas 1/2 gelas
4. 3 tetes air cuka
Cara membuatnya:
Gilaslah merica sampai halus (lembut) kemudian semua bahan diaduk menjadi satu hingga merata. Ramuan ini diminum sesudah terlambat datang bulan sehari. Lakukan berturut-turut sampai empat hari.
Cara mencegah kehamilan 2
Hubungan seksual pertama kali (virgin sex)
Seorang wanita bisa hamil pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual. Beberapa wanita percaya bahwa selaput dara (hymen) atau selaput tipis di pembukaan vagina dapat mencegah sperma dari pemupukan telur. Tidak hanya selaput dara yang teregang selama kehamilan, tetapi juga banyak wanita yang mengalami peregangan selaput dara bahkan sebelum berhubungan seks, karena olahraga atau menunggang kuda.
Cara mencegah kehamilan 3
Melakukan seks pada saat menstruasi ( menurut syari’at islam ini haram di lakukan )
Meskipun benar bahwa melakukan hubungan seks selama periode menstruasi dapat sangat mengurangi kemungkinan hamil, tetapi masih bukan jaminan tidak akan hamil. Banyak wanita memiliki menstruasi yang tidak teratur, dan ovulasi dapat terjadi sangat dekat dengan waktu ketika seorang wanita mendapatkan menstruasi. Sperma bisa juga hidup di dalam tubuh wanita selama tujuh hari, sehingga bahkan jika seorang wanita sedang menstruasi, mungkin sperma menunggunya ketika masa ovulasi berakhir.
Cara mencegah kehamilan 4
Tidak perlu orgasme
Orgasme tidak diperlukan untuk hamil. Tubuh wanita mengalami banyak perubahan selama hubungan seksual, baik dia merasakan kesenangan ataupun tidak. Dan kehamilan dapat terjadi bahkan jika ia tidak memiliki orgasme sekalipun.
Cara mencegah kehamilan 5
Douching
Douching adalah tindakan menyemprotkan cairan ke dalam vagina untuk membersihkan saluran vagina. Ada mitos umum menyebutkan menggunakan douche (semprotan air obat) akan mencegah kehamilan. Tapi menyemprotkan air, cuka atau bahan lainnya ke dalam vagina tidak hanya akan tidak mencegah kehamilan, ini bahkan dapat menyebabkan infeksi jamur. Sperma melewati leher rahim dalam hitungan detik, sehingga pada saat menggunakan douche, telur mungkin sudah dibuahi.
Cara mencegah kehamilan 6
Mengeluarkan penis sebelum ejakulasi
Menarik penis dari vagina sebelum pria ejakulasi, bukanlah cara yang tepat pengendalian kelahiran. Menurut Teen Advisor website, cara tersebut hanya 81 hingga 96 persen keberhasilannya. Banyak wanita yang berpikir bahwa jika pria mengeluarkan penis sebelum ejakulasi, sperma tidak akan mampu membuahi telur.
Tetapi pria dapat menghasilkan sesuatu yang disebut pre-ejakulasi. Kebocoran pre-ejakulasi berasal penis pria ketika mereka terangsang, dan pre-ejakulasi dapat mengandung sperma, yang dapat menyebabkan kehamilan.

6 Cara Menghindari Kehamilan

Banyak perempuan yang belum siap hamil dengan bermacam alasan. Untuk menghindari kehamilan yang tak terduga, perempuan banyak yang melakukan aneka cara usai bersenggama.

Ada beberapa gaya perempuan yang dilakukan untuk mencegah kehamilan ketika usai bersenggama.Tapi aneka gaya ini cuma mitos karena belum terbukti bisa mencegah hamil. Berikut beberapa gaya yang dilakukan perempuan untuk mencegah hamil tapi ternyata belum tentu berhasil:


1. Mengeluarkan penis sebelum ejakulasi

Menarik penis dari vagina sebelum pria ejakulasi, bukanlah cara yang tepat pengendalian kelahiran. Menurut Teen Advisor website, cara tersebut hanya 81 hingga 96 persen keberhasilannya. Banyak wanita yang berpikir bahwa jika pria mengeluarkan penis sebelum ejakulasi, sperma tidak akan mampu membuahi telur.


Tetapi pria dapat menghasilkan sesuatu yang disebut pre-ejakulasi. Kebocoran pre-ejakulasi berasal penis pria ketika mereka terangsang, dan pre-ejakulasi dapat mengandung sperma, yang dapat menyebabkan kehamilan.


2. Douching

Douching adalah tindakan menyemprotkan cairan ke dalam vagina untuk membersihkan saluran vagina. Ada mitos umum menyebutkan menggunakan douche (semprotan air obat) akan mencegah kehamilan. Tapi menyemprotkan air, cuka atau bahan lainnya ke dalam vagina tidak hanya akan tidak mencegah kehamilan, ini bahkan dapat menyebabkan infeksi jamur.


Sperma melewati leher rahim dalam hitungan detik, sehingga pada saat menggunakan douche, telur mungkin sudah dibuahi.


3. Tidak perlu orgasme

Orgasme tidak diperlukan untuk hamil. Tubuh wanita mengalami banyak perubahan selama hubungan seksual, baik dia merasakan kesenangan ataupun tidak. Dan kehamilan dapat terjadi bahkan jika ia tidak memiliki orgasme sekalipun.


4. Melakukan seks pada saat menstruasi

Meskipun benar bahwa melakukan hubungan seks selama periode menstruasi dapat sangat mengurangi kemungkinan hamil, tetapi masih bukan jaminan tidak akan hamil. Banyak wanita memiliki menstruasi yang tidak teratur, dan ovulasi dapat terjadi sangat dekat dengan waktu ketika seorang wanita mendapatkan menstruasi.


Sperma bisa juga hidup di dalam tubuh wanita selama tujuh hari, sehingga bahkan jika seorang wanita sedang menstruasi, mungkin sperma menunggunya ketika masa ovulasi berakhir.


5. Hubungan seksual pertama kali (virgin sex)

Seorang wanita bisa hamil pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual. Beberapa wanita percaya bahwa selaput dara (hymen) atau selaput tipis di pembukaan vagina dapat mencegah sperma dari pemupukan telur.


Tidak hanya selaput dara yang teregang selama kehamilan, tetapi juga banyak wanita yang mengalami peregangan selaput dara bahkan sebelum berhubungan seks, karena olahraga atau menunggang kuda.


6. Minum pil KB

Menurut Feminist Women's Health Center, pil KB 92 hingga 99,7 persen efektif dalam mencegah kehamilan. Tetapi bahkan dengan pil KB, banyak wanita yang salah informasi. Pil KB tidak menyebabkan kenaikan berat badan yang cepat.


Selain itu, banyak wanita tidak berpikir mereka perlu minum pil pada waktu yang sama setiap hari. Namun, jika Anda minum pil dengan benar dan mengikuti petunjuk yang tepat, pil KB bisa lebih dari 99 persen efektif mencegah kehamilan. Juga penting untuk dicatat bahwa pil tidak melindungi terhadap HIV atau penyakit menular seksual lainnya


tambahan :

Metode Ritmik
adalah metode dimana pasangan suami istri menghindari berhubungan seksual pada saat siklus subur seorang wanita. Ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) terjadi 14 hari ± 2 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam, namun sperma bisa bertahan selama 48 jam setelah melakukan hubungan seksual. Karena itu pembuahan dapat terjadi apabila hubungan seksual dilakukan 2 hari (48 jam) sebelum ovulasi dan 1 hari (24 jam) setelah ovulasi. Metode Ritmik dapat terbagi atas :
  • Metode ritmik kalender atau Pantang Berkala merupakan metode dimana pasangan menghindari berhubungan seksual selama periode subur wanita berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sperma untuk bertahan di saluran reproduksi wanita. Periode subur seorang wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek – 18) dan (siklus menstruasi terpanjang - 11). Siklus menstruasi dicatat selama minimal 3 bulan terakhir, akan lebih baik bila dalam 6 bulan terakhir.
Contoh: bila siklus terpendek seorang wanita adalah 25 hari, dan siklus terpanjangnya 29 hari, maka periode suburnya adalah (25 – 18) dan (29 – 11) yang berarti hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-18 setelah menstruasi.
  • Metode lendir serviks adalah metode mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Periode subur ditandai dengan lendir yang jernih, encer, dan licin. Abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual) diperlukan selama menstruasi, setiap hari selama periode preovulasi (berdasarkan lendir serviks), dan sampai waktu lendir masa subur muncul sampai 3 hari setelah lendir masa subur itu berhenti.
  • Metode pengukuran suhu tubuh berdasarkan perubahan temperatur. Pengukuran dilakukan pada suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur. Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° Celsius) setelah ovulasi. Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan sejak hari pertama menstruasi sampai 3 hari setelah kenaikan dari temperatur.
Efektivitas
Kehamilan terjadi pada 9-25 per 100 wanita
Keuntungan
Tidak ada efek samping gangguan kesehatan,ekonomis
Kerugian
Angka kegagalan tinggi, tidak melindungi dari PMS, menghambat spontanitas, membutuhkan siklus menstruasi teratur.